PETA ELEKTRONIK KOTA YOGYAKARTA

“Yogyakarta”, Siapa yang tak mengenal kota ini? Tempat dengan predikat kota pendidikan, budaya, dan  seni yang merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia.Namun, bagi wisatawan dari luar Yogyakarta yang baru pertama kali datang, bisa jadi kebingungan ketika berada di Yogyakarta. Mereka tidak tahu mana saja tempat tmenarik yang dapat dikunjungi. Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyediakan fasilitas layanan petunjuk jalan, di beberapa tempat dipasang peta berbentuk kotak persegi. Akan tetapi,  peralatan penunjuk arah dan lokasi tersebut belumlah lengkap. Akibatnya, para pengunjung kurang jelas dalam memperoleh alamat yang diinginkan. Ada pula jasa Tour Guide, namun pemandu wisata yang ada cenderung memasang tarif dengan harga tinggi, sehingga tidak terjangkau untuk masyarakat luas.        

Latar belakang tersebut menginspirasi, Hadi Rismanto, Mahasiswa Prodi Pendidkan Teknik Elektronika FT UNY, untuk membuat suatu alat yang dapat membantu para pendatang menemukan tempat-tempat wisata di Kota Yogyakarta. Alat tersebut dinamai “Peta Wisata Elektronik Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535”. Dari sisi fisik, alat tersebut dibuat dengan dimensi Panjang: 54 cm, Lebar: 10 cm dan Tinggi:81 cm. Hadi menjelaskan bahwa pada alat ini terdapat delapan tombol menu, apabila salah satu tombol ditekan, lampu indikator pada peta akan menyala, menunjukan lokasi tempat yang ingin dituju dan pada layar LCD menampilkan alamat lokasi tempat tersebut.

“Kategori tempat-tempat wisata, di antaranya: tempat rekreasi, museum, tempat bersejarah sejarah, pusat kerajinan, pasar, pantai, kuliner serta hotel (wisma). Pada masing-masing tombol terdapat lima refrensi tempat wisata. Total lokasi wisata pada alat ini adalah empat puluh lokasi wisata”, paparnya.

User dapat memilih lima lokasi wisata dari masing-masing tombol menu. Tekan pertama pada tombol menu akan mengaktifkan lima lokasi tempat wisata, tekan kedua pada tombol menu yang sama menunjukan lokasi pertama dari lima refrensi, begitu juga dengan tekan ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Selanjutnya, pada tekan ketujuh, system akan mengembalikan alat ini pada posisi awal menu atau looping”, tambahnya. “Kemudian user dapat langsung berpindah ke menu wisata yang lain dengan menekan tombol menu yang berbeda tanpa menekan tombol reset terlebih dahulu. Alat ini dirancang untuk bekerja secara efektif dan memudahkan user” ungkap Hadi.

“Jika program mengalami macet ataupun error, tombol reset bisa difungsikan untuk mengembalikan alat pada posisi stand by”, tambahnya. Untuk pengembangan ke depan, Hadi mengatakan, akan melakukan pengembangan pada port sehingga jumlah objek atau tempat wisata bisa memuat lebih banyak lagi. Di samping masih diperlukan instalasi keypad agar data pada mikro bisa diubah sewaktu-waktu bilamana lokasi atau nama tempat berubah. (hryo/aw)