PENUTUPAN PRAKONDISI SM3T UNY

Gubernur Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Marsma TNI Tabri Santoso, S.IP.  didampingi Wakil Rektor I Universitas Negeri Yogyakarta, Wardan Suyanto, M.A., Ed.D. menutup kegiatan prakondisi bagi peserta SM3T (Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar, dan Tertinggal) yang berlangsung di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta sejak 2 hingga 11 September 2013. Latihan dasar ini diadakan agar mereka lebih siap diterjunkan dalam wilayah baru dengan karakteristik alam dan budaya yang berbeda.

Dalam sambutannya, Marsekal Muda TNI Tabri Santoso, S.IP. mengatakan bahwa ilmu dan pengalaman yang didapat akan bermanfaat untuk memperlancar pelaksanaan tugas di daerah 3T nanti. “Pendidikan akan berhasil bila dapat mentransfer ilmu dan memiliki karakter,” kata Marsekal Muda TNI Tabri Santoso, S.IP. Ada 4 bidang yang diajarkan dalam prakondisi ini yaitu motivasi, mental, kepemimpinan, dan nasionalisme.

Motivasi dan mental adalah untuk menyiapkan diri sendiri menghadapi lingkungan yang berbeda dengan daerah asal peserta. Sedangkan kepemimpinan diajarkan karena guru SM3T dianggap teladan di daerah yang akan ditempati sehingga seringkali diminta untuk memberi solusi tentang suatu masalah, untuk itu leadership sangat diperlukan. Nasionalisme juga perlu ditanamkan untuk memperkuat rasa cinta tanah air guna mengurangi dekadensi moral yang terjadi.

Gubernur AAU juga berpesan pada seluruh alumnus pelatihan agar tetap menjalin komunikasi dengan AAU, baik melalui email maupun telepon tentang apa yang terjadi di lokasi penempatan. Materi yang disampaikan pada prakondisi ini meliputi motivasi, pembinaan mental, kepemimpinan lapangan, serta nasionalisme dan bela negara yang diikuti oleh 217 orang yang lolos dalam seleksi awal SM3T dan akan  ditempatkan di Ngada dan Ende di Nusa Tenggara Timur, Gayolues Nanggroe Aceh Darussalam serta Malinau Kalimantan Timur. Penutupan ditandai dengan pelepasan atribut wakil peserta prakondisi SM3T oleh Gubernur AAU. (dedy)

Label Berita: